Belajar itu Tidak Harus di Waktu Luang Tapi Selipkanlah Belajar di saat Sibuk Agar Waktu Menjadi Barokah.

Belajar itu Tidak Harus di Waktu Luang Tapi Selipkanlah Belajar di saat Sibuk Agar Waktu Menjadi Barokah.

Belajar itu Tidak Harus di Waktu Luang Tapi Selipkanlah Belajar di saat Sibuk Agar Waktu Menjadi Barokah.

Belajar Tidak Harus melulu dengan kondisi Ideal (di kelas, di ruangan khusus), namun Terkadang di sela-sela Kesibukan itu adalah tantangan tersendiri untuk bisa memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu.

Allah telah menyebutkan keutamaan orang berilmu dengan firman-Nya,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang tang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman menjelaskan keutamaan ilmu,

وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

“…Dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” (QS. An-Nisa : 113).

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ : ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ : أَحَدُهُمَا عَابِدٌ، وَالْآخَرُ عَالِمٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ “. ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ اللَّهَ، وَمَلَائِكَتَهُ، وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ، وَالْأَرَضِينَ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا، وَحَتَّى الْحُوتَ ؛ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ “.

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu‘anhu mengatakan, dikatakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada dua orang, salah satunya ahli ibadah dan yang kedua orang yang ‘alim (orang yang berilmu memahami ilmu syar’i), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni langit serta bumi, hingga semut di dalam lubangnya, hingga ikan paus, bershalawat pada orang-orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia.” (HR. At Tirmidzi no. 2685, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi dan Lihat Shohih at Targhib wa Tarhiib no. 81).

Ditengah waktu yang begitu sempit biasanya orang terlibas dengan kesibukan nya tanpa ada keinginan untuk meluangkan waktu untuk menimba ilmu syar’i.

Menjadi contoh yang telah diajarkan oleh masyaikh UAE; Syaikh Abdul Bary, Syaikh Ahmad Al Hanai, Syaikh Ali Salimin, Syaikh Sholih Al Masy’ary, Syaikh Ibrahim Al Marzu’i hafizhahumullah, manakala mereka ada undangan walimahan ataupun undangan makan maka pasti ada sesi tanya jawab masalah agama dengan mereka hafizhahumullah, sehingga menjadikan waktu itu begitu berharga dan selalu membuat kangen melihat tatapan para penuntut ilmu yang haus menimba ilmu syar’i.

Itupun sebagai usaha meneladani semangat para Shahabat Radhiyallahu Anhum

أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنَّا نَجْلِسُ عَلَى بَابِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَبْلَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ فَإِذَا خَرَجَ مَشَيْنَا مَعَهُ إِلَى الْمَسْجِدِ

imam Ad Darimy rahimahullah (wafat 280 H) berkata, “Telah mengabarkan kepada kami Al Hakam bin Al Mubarak (wafat 213 H), (dia Al Hakam berkata) telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin Yahya ia berkata: “Aku mendengar ayahku (Yahya bin Amr bin Salamah) menceritakan dari ayahnya (Amr bin Salamah wafat 85 H), ia berkata: ‘Dahulu kami terbiasa duduk di depan pintu Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu (wafat 32 H) sebelum shalat subuh, ketika beliau keluar kami berjalan bersamanya menuju masjid (untuk bertanya dan mengambil Fawaid ilmunya). (HR Ad Darimi no. 210)

Bayangkan hanya untuk bertanya kepada Orang ‘Alim para Shahabat itu rela untuk hadir siap di depan pintu rumah orang alim tersebut sebelum sholat Shubuh dan menunggu untuk bisa berjalan bersama orang alim tersebut menuju masjid berjalan kaki sambil mengumpulkan Fawaid dari tanya jawabnya.

Begitu pula Shahabat Mu’adz bin Jabal
Radhiyallahu Anhu mengatakan

اِجْلِسْ بِنَا نُؤْمِنُ سَاعَةً

“Duduklah dengan kami, kita beriman sesaat.” (HR. al-Bukhari “Kitabul Iman”, secara mu’allaq (tanpa sanad), disambungkan sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah (30363), dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Kitabul Iman Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salam (20))

Syaikh Sholih Al Masy’ary hafizhahullah mengatakan, “Maksud dari beriman sesaat itu adalah dengan waktu yang relatif singkat duduk duduk walaupun dengan waktu yang singkat untuk menuntut ilmu, berdzikir dan saling menasehati untuk memperbaharui iman kita kepada Allah Azza wa Jalla.” (Dari kajian Beliau hafizhahullah di Dubai Kajian Shohih Muslim)

Mari saudaraku mari kita semangat dalam menuntut ilmu syar’i meskipun terkadang dengan kesibukan kita tidak bisa maksimal namun jangan tinggalkan majelis ilmu. Berusahalah menjadikan waktu yang begitu sempit bisa menjadi ajang untuk mempelajari ilmu dan mendakwahkan nya.

videoSemangat_MeroastingKopi_SambilBelajarKitab معين الطلاب في قواعد النحو والإعراب

TiapMalamRabu

gambar pixabay

COMMENTS