BUAH MANIS BERPEGANG TEGUH KEPADA SYARIAT ISLAM

BUAH MANIS BERPEGANG TEGUH KEPADA SYARIAT ISLAM.

Bentuk viral yang penuh kebarokahan dari Saudari Muyassarah (hafizhahallah) dalam cuplikan video MTQ provinsi Sumatera Utara yang menggambarkan seorang akhwat yang berpegang teguh kepada syari’at Islam.

Berawal diintimidasi dan dipaksa.
Diselesaikan dengan mengembalikan kepada kekuatan aqidahnya.
Berakhir dengan kemenangan hati, kelapangan dada dan limpahan barokah.

Contoh buah manis Al amnu al mutlaq (keamanan yang bersifat mutlak menyeluruh) bagi orang yang berusaha beriman, mengharap ridho Allah tanpa disisipi keinginan mendapatkan ridhonya makhluk. Ini adalah bentuk taddabur kita dari firman Allah Azza wa Jalla:

(ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَلَمۡ یَلۡبِسُوۤا۟ إِیمَـٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ)

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
[Surah Al-An’aam 82]

Begitupun penolakkannya untuk MELEPAS cadar nya maka akhwat tersebut pun telah rela MELEPAS kesempatan nya menjadi jawara di perlombaan bergensi tersebut.
Namun Allah gantikan nikmat tersebut dengan adanya hadiah dan begitupula viralnya kebaikan yang dicontohkannya. Maka bisa disimpulkan:

JANGAN PERNAH RAGU KETIKA MENINGGALKAN SESUATU KARENA ALLAH MAKA PASTI ALLAH GANTI DENGAN YANG LEBIH BAIK

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، وَأَبِي الدَّهْمَاءِ، قَالَا: أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقُلْنَا: هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا؟ قَالَ:
نَعَمْ، سَمِعْتُهُ يَقُولُ: ” إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلَّا بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Dari Abu Qatadah dan Abu Ad-Dahma’, mereka berdua berkata, telah datang kepada kami seorang badui, lalu kami berkata, apakah engkau telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam pernah bersabda tentang sesuatu apapun ? Badui tadi menjawab, “Betul, aku mendengar beliau bersabda, “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah azza wa jalla kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya” (HR. Ahmad no. 23074, shohih sebagaimana dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah Ahaadits Ash-Shohihah 2/732 dan disebutkan juga di Adh Dho’ifah ketika membahas hadits no. 5 jilid 1 hal 62)

semoga bermanfaat
🍫Ustadz Zaki Abu Usaid Hafidzahulloh

COMMENTS