FAKTOR SUKSES PELATIHAN BAHASA ARAB?

#FAKTOR_SUKSES_PELATIHAN_BAHASA_ARAB?

Seorang sahabat lama hafizhahullah (semoga Allah senantiasa menjaganya) menuliskan kiat dalam masalah keberhasilan pelatihan bahasa Arab.

Beliau hafizhahullah menuturkan:

=====================
Keberhasilan sebuah pelatihan sangat tergantung pada 3 hal:

1. Pengajar
2. Peserta
3. Metode

Kalau semuanya bagus, inSya Allah, hasilnya akan bagus.

Ituh!
=================

Aku dalam hati bergumam, semoga Allah memudahkan pelatihan yang beliau adakan.
Namun ada kurang satu intinya inti, yaitu harus menyandarkan kefahaman dan keberhasilan pelatihan kepada Allah Azza wa Jalla, karena sejatinya Allah lah yang memberikan ilmu dan pemahaman tersebut.

Kemudian ku teringat pesan indah dari Syaikh Shalih Al Masy’ari hafizhahullah:
Sesungguhnya keberhasilan dan kefahaman Bahasa Arab itu sejatinya yang memberikan nya adalah Allah maka berdoalah kepada Allah dengan gigih agar mendapatkan pemahaman.

Adanya guru, ustadz serta fasilitas itu adalah penunjang wajib yang harus ada dan disyukuri dengan mendoakan kebaikan kepada ustadz nya dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya sebuah pelatihan bahasa Arab.

Jelaslah bahwa peran pengajar, ustadz, materi, metode mengajar dan pihak panitia adalah motor utama diadakannya Daurah pelatihan. Namun hendaknya dari awal peserta diarahkan untuk memperbanyak dan gigih dalam berdoa kepada Allah meminta pemahaman agama.

Konsekwensinya dari mengharap kepada Allah agar diberikan kefahaman adalah sekiranya ada yang kurang dari sisi sang ustadz sebagai pengajar ataupun fasilitas dan materi maupun kepanitiaan yang kurang maka harap dimaklumi serta didoakan agar Allah memperbaikinya dan memberikan ganjaran terbaik kepada mereka.

Firman Allah Taala:

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيۡنَٰهُ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya #kekuasaan_dan_ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(QS. Yusuf: 22)

Firman Allah Taala:

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا

“Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”
(QS. Ta-Ha, Ayah 114)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah (wafat 774 H) berkata:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا أَيْ: زِدْنِي مِنْكَ عِلْمًا.

dan katakanlah, “Ya Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” maksudnya tambahkan kepadaku Ilmu dari Mu.

قَالَ ابْنُ عُيَيْنَة، رَحِمَهُ اللَّهُ: وَلَمْ يَزَلْ ﷺ فِي زِيَادَةٍ [مِنَ الْعِلْمِ] حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ.

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (wafat 198 H) mengatakan “Nabi ﷺ senantiasa berada dalam tambahan dari ilmu sampai Allah mewafatkannya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 5/236 cet Maktabah at Taufiqiyah)

Dalam Tafsir Syaikh As Sa’di atau Taisir Al Karim Ar Rahim, Syaikh as-Sa’di rahimahullah (wafat 1376 H) menjelaskan,

أمره الله تعالى أن يسأله زيادة العلم فإن العلم خير وكثرة الخير مطلوبة وهي من الله والطريق إليها الاجتهاد والشوق للعلم وسؤال الله والاستعانة به والافتقار إليه في كل وقت

Allah memerintahkan kepada Nabi Shallallahu alaihi wa salam agar beliau berdoa meminta tambahan ilmu. Sesungguhnya ilmu adalah kebaikan. Dan limpahan kebaikan memang dibutuhkan. Ilmu itu berasal dari Allah Azza wa Jalla. Dan cara untuk menggapainya ialah dengan keseriusan, antusiasme besar kepada ilmu, memintanya dan memohon bantuan pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla serta menghinakan diri kepada-Nya pada setiap saat. (Hal 514 cet. Muasassah Ar Risalah th 1423 H)

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada kita semua untuk istiqamah dalam menuntut ilmu syar’i, mengamalkan dan mendakwahkan nya.

Ustadz Abu Usaid Zaki Rakhmawan hafizhahullah

COMMENTS