Hadits 39 Arbain Nawawi: tentang keutamaan Allah terhadap umat ini

Syaikh_Sholih_bin Abdillah bin Hamd Al Ushoimy telah memberikan izin “لا بأس به” untuk ana nerjemahin Fawaid kajian beliau hafizhahullah. (Alhamdulillah-legal)
Secuil Fawaid yang berserakan dari Daurah Muhimmatil Ilmi 1441 H.

Dari kitab Muqorrorot Barnamij Muhimattil ilmi jilid 1 Hal 879
Berikut ini Fawaid dari Daurah Muhimmatil Ilmi hari ini tentang Kitab Arbain Nawawi

Hadits 39 Arbain Nawawi

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله
عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ. [حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]

Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal): Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa.
(Hadith hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)
(Ibnu Majah no. 2045, al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra VII/356-357)

Syaikh Hafizhahullah berkata
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan lafazh :
إن الله وضع عن أمتي

Sesungguhnya Allah meletakkan kepada umatku

Diriwayatkan oleh imam Al Baihaqi juga dengan lafazh yang hampir sama dan sanadnya dhoif dan riwayat ini liinun (lembek). Namun ada penguat lainnya yang menjadikan hadits ini menjadi Hasan.

Dan penisbatan kepada Ibnu Majah adalah mencukupi daripada disebutkan riwayat Al Baihaqi karena hadits yang disebut kan oleh Kutubus Sittah disepakati atau disendirikan maka tidak boleh disandarkan kepada selainnya dalam hal untuk meringkas takhrij Hadits seperti yang terjadi pada berbagai matan hadits.

Dan penulis mencantumkan Imam Al Baihaqi karena imam an Nawawi adalah bermadzhab Syafi’i.

Dan dalam hadits ini ada penjelasan tentang keutamaan Allah terhadap umat ini dengan dimaafkannya 3 perilaku :

A. الخطأ Al Khothoo kesalahan dan yang dimaksud adalah terjadinya sesuatu karena tidak sengaja oleh pelaku nya.

B. النسيان An nisyaan Lupa yaitu hilangnya fokus hati dari apa yang diketahui lagi ditetapkan.

C. الإكراه Al ikroh benci yaitu seseorang dipaksa untuk melakukan apa yang dia tidak inginkan.

Dan makna al Wadh’u الوضع
Meniadakan terjadinya dosa disertai keberadaannya maka tidak ada dosa bagi yang melakukan kesalahan secara terpaksa bahkan itu termasuk apa yang Allah angkat dari kita sebagai rahmat Nya kepada kita.

Selesai penjelasan Syaikh Sholih bin Abdullah bin Hamd Al Ushoimy hafizhahullah.

Ya Allah berikanlah aku kemudahan dalam menuntut ilmu dan Ikhwan sekalian karena sesungguhnya Engkaulah yang memberikan ilmu dan yang memudahkannya.

Ditulis oleh Abu Usaid Zaki Rakhmawan
Yang masih berjuang tertatih mengumpulkan Fawaid yang berserakan karena lemah, terhuyung dan bapernya masih bertengger mencengkeram.

COMMENTS