HANYA ADA 2 ALHAMDULILLAH

🎁🎁 HANYA ADA 2 ALHAMDULILLAH

💐 Saudaraku yang semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu,

Pernah aku ditanya oleh seorang teman bagaimana pekerjaanmu? Terus aku jawab hanya ada 2 kata yang bisa mewakili jawaban ku yaitu Alhamdulillah dan Alhamdulillah karena itu adalah bentuk syukur ku kepada Rabb Yang Maha Pemberi Rizki dan tidak ada yang selain nya yang bisa memberikan Rizki. Diapun tersenyum lalu terdiam :

📝Berikut penjelasan nya:

Allah Ta’ala berfirman :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. “ (Al Baqarah :152)

☑Hadits detail yang mulia dari Suri Teladan Shallahu’alaihi wasallam:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ أَبُو مَرْوَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أُمِّهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ» ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»

Telah menceritaan: kepada kami (Imam Ibnu Majah) Hisyam bin Khalid Al Azraq Abu Marwan telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad dari Manshur bin Abdurrahman dari ibunya yaitu Shafiyah binti Syaibah dari ‘Aisyah dia berkata; “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang ia senangi, beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna.” dan apabila melihat sesuatu yang dibenci, beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.” (HR. Ibnu Majah no. 3803, Al-Hakim no. 1840, hadits hasan, lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 265)

✅ Tidak ada sesuatu hal yang paling dicintai oleh Allah selain pujian untukNya. Dinyatakan dalam hadits:

وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْحَمْدِ

Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah selain pujian (untukNya) (H.R Abu Ya’la dalam al-Maqshod al-Aly fi Zawaid Abi Ya’la al-Mausily no. 1070 , dihasankan oleh Syaikh al-Albany dalam Shohih at-Targhib wat Tarhiib no. 1572).

✅ Karena itu, bentuk dzikir yang berupa pujian dan tauhid (Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin) mengandung pahala yang lebih besar. Dalam sebuah hadits dinyatakan:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عِشْرِينَ حَسَنَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ عِشْرِينَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Sesungguhnya Allah memilih 4 ucapan : 🔸Subhaanallah (Maha Suci Allah),
🔸Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
🔸Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah),
🔸Allaahu Akbar (Allah Maha Besar).
🔹Barangsiapa yang mengucapkan: Subhaanallah, Allah tulis baginya 20 kebaikan atau dihapus darinya 20 keburukan.
🔹Barangsiapa yang mengucapkan Allaahu Akbar, maka juga terhitung demikian.
🔹Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka juga terhitung demikian.
🔹Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamiin sungguh tulus dalam jiwanya, tercatat untuknya 30 kebaikan dan dihapuskan baginya 30 keburukan. (H.R an-Nasaai dalam Amal Al-Yaum wal Lailah no 840, Ahmad no.8012 , Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushonnaf no. 29827 dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Shohih at-Targhib wat Tarhiib no. 1554).

قال الحليمي : هذا على حسن الظن بالله تعالى وأنه لم يأت بالمكروه إلا لخير علمه لعبده فيه وأراده به فكأنه قال اللهم لك الخلق والأمر تفعل ما تريد وأنت على كل شيء قدير

Telah berkata al-Halimiy (Al-Husain bin Al-Hasan bin Muhammad al-Bukhori – Abu Abdillah wafat tahun 403 H) : ini adalah bentuk Berbaik Sangka (husnudzon) kepada Allah dan menyakini bahwa Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang tidak disenangi hamba-Nya kecuali semata-mata untuk kebaikan hamba-Nya dan Allah menghendaki kebaikan tercurah kepada hamba-Nya (melalui hal-hal yang tidak disenangi oleh hamba-Nya) seolah-olah dia berdoa (dengan mengucapkan Alhamdulillah ‘Ala kulli haal) sama maknanya dengan Ya Allah Engkaulah yang mempunyai penciptaan dan segala urusan, Engkau berbuat menurut apa yang Engkau kehendaki, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faidhul Qadiir Syarah al-Jaami’ as-Shoghiir 5/88 no. 6528 cetakan almaktabah al tijariyah a kubro )

✏Guratan hati yang ternaungi kegundahan
〰〰〰〰〰〰〰
🔸Kubandingkan terus nikmatku dan nikmatnya…
🔸Hanya kecewa dan gelisah adanya…
🔸Terjerembab nafsu yang tak ada ujungnya…
🔸Meradang terusik tiada tenang akibatnya…
🔸Lupa terhadap berbagai nikmat yang didapatkannya…
🔸Yang berlimpah sebanyak Tarikan napasnya….
🔸Ya Allah berikanlah aku rasa untuk menghargainya…
🔸Dengan untaian kata yang hangat untuk merabanya…
🔸Alhamdulillah dan Alhamdulillah hanya untuk Nya…
🔸Semoga bibirku lapang tuk selalu mengucapkannya

✅ Hikmah 🚿
1⃣ Pentingnya menisbatkan semua kenikmatan hanya kepada Allah, tidak ada Yang Maha Pemberi Rizki kecuali Allah Ar Razzaq

2⃣ Mencukupkan dengan dua lafazh yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam yaitu 💧Alhamdulillah ala kulli haal ketika menjumpai sesuatu yang tidak disenangi dan 💧Alhamdulillah aladzi bini’matihi tatimusholihaat jika mendapati sesuatu yang menyenangkan.

3⃣ Husnuzhzhon berbaik sangka kepada Allah dengan keimanan bahwa Allah tidak akan pernah mendzolimi hamba-Nya dan Allah senantiasa memberikan yang terbaik.

4⃣ Bisa jadi tampak nya tidak sesuai dengan harapan namun pasti ada hikmah kebaikan dibalik itu semua, simaklah Firman Allah yang tidak keraguan didalamnya:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. al Baqarah :216)

Semoga bermanfaat
🚰 Ustadz Abu Usaid Zaki Rakhmawan Hafizhahulloh

COMMENTS