Hidupkanlah Sunnah Memberi Kabar Gembira dan Ucapan Selamat atas Datangnya Bulan Ramadhan

Hidupkanlah_Sunnah_Memberi_Kabar_Gembira_dan Ucapan Selamat atas Datangnya Bulan Ramadhan

Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam dahulu biasa memberi kabar gembira kepada para Sahabatnya atas datangnya Bulan Ramadhan, berikut dalilnya:

[صحيح لغيره] وعنه قال: قال رسول الله – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -:
“أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مِرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ”.

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda mengatakan:
”Telah datang kepada kalian Bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Semoga Allah mencatat (pahala) puasa kalian. Di bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup, syetan-syetan pun dibelenggu, di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, barangsiapa yang dijauhkan dari kebaikannya maka dia telah dijauhkan.’ (HR. an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubro no. 2427)
(Shohih Lighoirihi dikatakan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih At Targhib no. 999)

Al Hafidz Ibnu Rajab –Rahimahullah (wafat 795 H)
– mengatakan:

قال بعض العلماء: هذا الحديث أصل في تهنئة الناس بعضهم بعضا بشهر رمضان

“Sebagian ulama mengatakan Hadits ini merupakan dasar dalam pengucapan selamat sesama kaum muslimin tentang datangnya bulan Ramadhan.”

ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻔﺘﺢ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺬﻧﺐ ﺑﻐﻠﻖ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺑﻮﻗﺖ ﻳﻐﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻳﺸﺒﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺯﻣﺎﻥ .

“Bagaimana tidak gembira? Seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Bagaimana tidak gembira bagi pelaku dosa dengan tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan).

(Lihat Lathoif ma’arif hal 148)

Ustadz Abu Usaid Zaki Rakhmawan hafizhahulloh

COMMENTS