JANGAN SIA-SIAKAN KEHADIRANMU KETIKA KAJIAN ILMU DENGAN MENGANTUK

JANGAN SIA-SIAKAN KEHADIRANMU KETIKA KAJIAN ILMU DENGAN MENGANTUK

FAWAID dari Kitab Syarah Al-Muqaddimah al-Aajurramiyyah oleh Syaikh Sholih bin Abdillah bin Hamd al-Ushoimy hafizhahullah hal 99:

وَفِي دَرْسِنَا هَذَا خَيْرٌ مِنْهُ أَنْ يُقَالَ: ( قَامَ الطُّلاَّبُ تَعْبًا مِنَ الدَّرْسِ)؛ لِأَنَّ الإِخْوَانِ كَثْيْرًا يَقُوْمُونَ فِي الدَّرْسِ لِأجْلِ التَّعَبِ، وَسَبَبُ هَذَا عَدَمُ رِيَاضَةِ الأَبْدَانِ، فَهَذَا يَجْعَلُ الإِنْسَانَ لاَ يَقْوَى عَلَى الجُلُوْسِ لِلْمُدَّةِ الطَّوِيْلَةِ، وَلِذَلِكَ لَوْ لاَحَظْتُمْ فِي آخِرِ الـمَجَالِسِ يَقِلُّ القِيَامُ مِنَ التَّعَبِ فِي الدَّرْسِ، وَهُوَ سَائِغٌ؛ أَنْ يَتَنَشَّطَ الإِنْسَانُ إِذَا خَافَ التَّعَبَ أَنْ يَقُوْمَ، لاَ نَلُوْمُ ذَلِكَ، وَإِنْ كَانَ الدَّاخِلُوْنَ رُبَّمَا يَظُنُّوْنَ أَنَّ هَؤُلاَءِ مُقَامُوْنَ فِي الدَّرْسِ.
وَلِذَلِكَ مِنَ اللَّطَائِفِ: أَنَّ أَحَدَ الإِخَوْانِ اقْتَرَحَ إِدْرَاجَ شَرْطٍ لِلالْتِحَاقِ بِهَذِهِ الـمَجَالِسِ؛ وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ الدَّاخِلُ فِيْهَا لاَئِقًا طِبِّيًّا.

Dalam kajian kita ini kebaikan darinya, hendaknya dikatakan:

( قَامَ الطُّلاَّبُ تَعْبًا مِنَ الدَّرْسِ)؛

Telah berdiri para murid karena capek dari kajian.

Karena Ikhwan para penuntut ilmu banyak sekali yang berdiri Ketika kajian karena rasa capek/lelah. Dan sebabnya ini adalah tidak adanya Latihan olah raga.
Dan ini menjadikan seseorang tidak kuat untuk duduk dalam waktu yang lama (Ketika kajian). Oleh karena itu kalau kalian perhatikan di akhir kajian, sangat sedikit orang yang berdiri karena capek dari kajian dan ini mudah untuk dilakukan.

Seseorang akan menjadi lebih bersemangat enerjik dengan cara berdiri karena takut capek. Kita tidak menegur yang demikian (berdiri Ketika kajian) dan walaupun mereka yang ada di dalam kajian bisa jadi akan mengira bahwa ada orang-orang yang dipaksa untuk berdiri ketika kajian (sebagai bentuk hukuman atau sangsi). Oleh karena itu termasuk bagian dari ide yang cemerlang bahwa ada seorang saudara yang memberikan saran/ide yaitu syarat agar bisa bergabung dengan kajian ini adalah hendaknya dia yang masuk tempat kajian harus dalam keadaan sehat secara medis. (end)

Ketika seorang ustadz/syaikh/pengajar yang menegur muridnya karena ngantuk maka itu adalah bagian dari perhatian dari sang ustadz/pengajar agar barokah ilmu dari majelis ilmu tersebut tidak hilang karena sebab mengantuk. Sebagai seorang murid maka kita harus husnudzon bahwa ustadz/pengajar melakukan yang demikian karena cintanya beliau terhadap murid-muridnya.

Selayaknya bagi seorang murid untuk tidak BAPER bahkan Ketika ditegur lembut agar jangan ngantuk dengan cara berdiri ataupun melakukan cara apa saja yang bisa menghilangkan kantuknya. Hal tersebut adalah bentuk sayang dan perhatian seorang pengajar kepada murid-muridnya.

Ngaji_Jangan_Baper (semoga segera terbit)
InSya Allah akan dibagikan gratis ebook Terjemahan Kitab Syarah Al-Muqaddimah al-Aajurramiyyah, lengkap. (semoga segera terbit)
Di Tulis Oleh Ustadz Zaki Abu usaid Hafidzahulloh

COMMENTS