KENAPA ADZAB KUBUR TIDAK DITAMPAKKAN?

FAWAID KAJIAN BULUGHUL MARAM – Hadits 283
hal 286 dari kitab Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram.
Oleh Ustadz Zaki Rakhmawan hafizhahullah.

KENAPA ADZAB KUBUR TIDAK DITAMPAKKAN?

وَقَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ إِنَّهُ يَقَعُ عَلَى الْأَبْدَانِ وَالْأَرْوَاحِ جَمِيعًا، وَقَدْ يَنْفَرِدُ أَحَدُهُمَا،
Syaikh Taqiyuddin (Syaikhul Islam Taimiyah rahimahullah wafat 728 H) berkata, “Adzab dan nikmat kubur menimpa tubuh serta roh secara bersamaan, namun terkadang menimpa salah satunya. (Penukilan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassaam rahimahullah adalah penukilan bil ma’na dari apa yang ada di kitab Majmu’ Fatawa li Syaikhil Islam Ibn Taimiyah – Lihat lebih lengkapnya ada di Majmu’ Fatawa 4/282)

وَقَدْ أَخْفَى اللَّهُ تَعَالَى عَذَابَ الْقَبْرِ عَنْ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ؛ لِحَكَمٍ بَالِغَةٍ، فَلَوْ ظَهَرَ عَذَابُهُ، لَحَصَلَ مَا يَلِي:
Allah Ta’ala telah merahasiakan adzab kubur dari manusia dan jin karena beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya. Jika Allah menampakkannya, niscaya akan didapat hal-hal sebagai berikut:

أَوَّلًا: لَا يَكُونُ الْإِيمَانُ بِالْعَذَابِ وَالنَّعِيمِ مِنَ الْإِيمَانِ بِالْغَيْبِ، وَإِنَّمَا كَانَ مُشَاهَدَةً، فَبَطَلَ الِاخْتِبَارُ، وَالِامْتِحَانُ، وَالْفَضْلُ بِالْإِيمَانِ بِالْغَيْبِ.
PERTAMA, iman kepada adanya adzab dan nikmat bukan lagi bagian dari Iman kepada sesuatu yang ghaib, namun bagian dari sesuatu yang nyata, sehingga menjadi batal-lah cobaan, ujian, dan keutamaan beriman kepada sesuatu yang ghaib. (Ghaib artinya tidak kelihatan dengan kasat mata, Ketika terlihat dengan mata kepala langsung maka itu bukan ghaib lagi).

ثَانِيًا: لَصَارَ فِي ذَلِكَ فَضِيحَةٌ، وَخِزْيٌ لِلْمَيِّتِ، وَلِأَهْلِهِ، فِي حَالِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا.
KEDUA, masalah itu menjadi aib dan kesedihan bagi mayit dan keluarganya dalam urusan (Ketika dulunya di) kehidupan dunia.

ثَالِثًا: لَوْ اطَّلَعَ النَّاسُ عَلَى شَقَاءِ الْمَيِّتِ لَمَا تَدَافَنُوا، وَلَنَفَرَ مِنْهُمْ الْأَحْيَاءُ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَخْفَاهُ حِكْمَةً وَرَحْمَةً.
KETIGA, jika orang-orang melihat penderitaan mayit, niscaya mereka tidak akan mau menguburkannya dan orang-orang yang hidup akan lari darinya. Allah Ta’ala merahasiakannya karena sebagai hikmah dan kasih sayang.
Fawaid tambahannya:

  1. Bahkan seandainya orang-orang bisa melihat adzab kubur tentunya tidak akan ada yang berani membeli tanah di dekat kuburan dan tinggal di dekat kuburan.
  2. Begitupun tidak akan ada orang-orang yang termasuk perawi hadits yang membubuhkan Namanya al-Maqbury – Seperti كيسان أبو سعيد المقبري المدني Kaisan Abu Sa’id al-Maqburi al Madani, dikatakan beliau mendapatkan nama al-Maqbury karena tinggal dekat quburan, atau dulunya beliau sering menggali kuburan untuk Bani Dinaar. Beliau seorang tabi’in yang tsiqah (terpercaya) dan tsabtun (hafalannya kokoh). Lihat Tahdziibul Kamaal fi Asmaai Rijaal 24/241.
    Semoga bermanfaat:
    https://fb.watch/9MgFBRwKso/

COMMENTS