Mari Kita Bersinergi untuk Mashlahat Umat.

Mari Kita Bersinergi untuk Mashlahat Umat.

Terkadang lebih enak meminimalisir sengketa dan ketersinggungan hati
Ketika masing masing menginginkan kebaikan buat umat. Dan bisa berkomunikasi secara langsung tanpa perantara medsos bahkan perantara pembisik bahkan orang awam yang tidak tahu persoalan.

الصراحة راحة

(Berbicara langsung blak blak terus terang langsung – itu melegakan/melapangkan dada)

Karena kalau tolok ukur itu kebaikan menurut dirinya sendiri maka akan membias dan “Ke AKU an” yang akan berbicara bahkan menorehkan guratan yang sulit untuk dilupakan dengan waktu sekalipun.

Selayaknya bagi setiap kaum muslimin bahkan terlebih para Du’at dan asatidzah yang telah Allah muliakan masing masing dengan keilmuannya untuk bersinergi membangun suasana kondusif dan saling Husnu dzon agar umat menjadi lebih bertaqwa mendekatkan diri kepada Allah.

Amirul Mukminin Umar bin Khatthab radhiyallahu’anhu (wafat 23 H) berkata:

لاَ تَظُنَّ كَلِمَةً خَرَجَتْ مِنْ أَخِيكَ شَرًّا وَأَنْتَ تَجِدَ لَهَا فِي الْخَيْرِ مَحْمَلاً
“Janganlah engkau berprasangka buruk terhadap kalimat yang diucapkan saudaramu, sedang engkau masih menemukan kemungkinan makna yang baik dalam ucapannya itu.” [Al-Adab Asy-Syar’iyah, Ibnu Muflih rahimahullah, 2/295, cet Muasassah Ar Risalah th 1419 H tahqiq Syaikh Syu’aib al Alnauth ]

Sekarang bukanlah waktunya untuk bersikukuh
membela “Ke Aku An” yang menyebabkan “Ke Kaku An” bagi orang awam bahkan terhenyaknya heningnya suasana gundah tersapa dengan ancaman Wabah Virus Corona.

Tidak seharusnya membesar besarkan tulisan atau perkataan yang ada kebaikan untuk digiring pada “Ini lho salah yang benar menurut ku” tapi mari kita berusaha mengeratkan barisan ukhuwah dengan saling mendoakan kebaikan dan saling menasehati dengan cara yang ma’ruf.

Kita sudah sangat cukup terkuras energi dan kesabaran untuk mengharap ridho Allah dalam menghadapi tekanan dari ujian Allah berupa maraknya pandemi Corona.

Saudaraku jangan aku dan kau saling menghujat hanya dengan sesuatu yang sebenarnya bisa dibicarakan dengan bahasa yang lembut, saling terbuka bahkan saling mendoakan kebaikan. Karena hujatan hujatan itu bisa menambah beban umat, mereka bisa semakin apatis dan jauh dari bimbingan ilmu karena merek anggap “Yang berilmu saja ribut maka apa daya kita yang awam?”.

Semoga Allah berikan kelapangan dada kepada asatidz kita yang mulia untuk bisa saling tanasuh dan mendoakan kebaikan serta dapat menjadi teladan bagi kita para muridnya.

Para guru dan ustadzku Semoga Allah Memudahkan antum sekalian Untuk membawa pencerahan kepada umat agar bisa semakin bertaqwa. Dan dengan sebab itu Allah berkenan untuk mengangkat wabah Covid-19 dari Bumi Nya yang Hanya Allah lah Yang Maha Kuasa.

▪Zaki Abu Usaid

COMMENTS