MULAI SEKARANG ANDA TIDAK BOLEH KABUR DARI KAJIAN ILMU SYAR’IASAL DARI ISTAKBARO- ADALAH KABURO

serialCocokologi-Fawaid

MULAI SEKARANG ANDA TIDAK BOLEH KABUR DARI KAJIAN ILMU SYAR’I
ASAL DARI ISTAKBARO- ADALAH KABURO

Cocokologi yang bisa didapat dengan istilah adalah KABURO adalah Kabur, simaklah telaah cocokologi berikut ini:
FAWAID TAFSIR SURAT AL-QOSHOSH Ayat 39, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah hal 191:
قوله تعالى: « واستكبر»، من الكبرياء، وهي العظمة، والمعنى أنه ترقى وتعاظم هو وجنوده، وزيادة الهمزة والشين والتاء للمبالغة، وليست للاستدعاء؛ لأن الغالب أن الهمزة تكون للاستدعاء، مثل: استغفر له، يعني: طلب مغفرته، واسترحمه: طلـب رحمته، لكن تأتي أحيانًا للمبالغة، مثل «استكبر» يعني: بالغ في الكبرياء والعظمة هو وجنوده.
Firman Allah: « واستكبر»، – dan dia berlaku sombong, diambil dari kata al-Kibriyaa’ Sombong, yaitu berlaku sok besar, maknanya adalah dia merasa tinggi dan besar dia adalah fir’aun dan bala tentaranya. Tambahan HAMZAH, SIN, DAN TA’ adalah untuk MUBALAGHOH – menyangatkan dan bukan untuk meminta panggilan, karena secara umum sesungguhnya hamzah itu bermakna untuk meminta panggilan, seperti – istaghfara lahu – dia meminta ampunan kepadanya, yaitu permintaan ampunan dan seperti – istarhamhu – yaitu permintaan rahmatnya, namun terkadang mempunyai makna untuk MUBALAGHOH – penyangatan, seperti Istakbara – dia telah melakukan sombong dengan penyangatan yaitu sampai pada tahapan sombong dan merasa agung/besar dia Fir’aun dan tentara-tentaranya.
(Selesai nukilan Tafsir Al-Qoshosh: 39 oleh Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah)

Mulailah kita dengan meroasting Fawaid “Coffee berikut ini”
Asal dari istakbaro اسْتكْبَرَ dia melakukan kesombongan – diambil dari salah satunya kata fi’il tsulatsinya adalah: KABURO – YAKBURU
كَبُرَ – يَكْبُرُ
Kaburo – fi’il madzi artinya dia telah membesar – dan yakburu – fi’il mudhori’ artinya dia sedang membesar.
Lihat surat as-Shof: 3:
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
“ (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shoff: 3).

Orang sudah sering kabur KABURO dari majelis ilmu maka dia akan semakin menjadi jadi perilaku kaburnya, bertambah pulalah padanya tambahan rasa malas, bosan, jenuh seperti tambahan dari kata ISTAKBARO – yang bentuk tsulatsi fiil tiga hurufnya KABURO lalu ada tambahan berupa HAMZAH, SIN, TA’ maka jadilah dia akhirnya mendapatkan perilaku kabur yang paling – mubalaghoh – maka perilaku kaburo menjadi istakbaro – alias kabur kaburan teruuuus tidak ada hentinya, akhirnya menjadi sombong yang paling waw, tidak butuh kajian dan meremehkan guru pengajarnya. (nauzubillah min dzalik)

Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap takabur dan sering kabur dari kajian ilmu.
Demikianlah berawal dari KABURO akhirnya Ketika banyak tambahannya menjadi ISTAKBARO, sama halnya awalnya dari KABURO (kaburlah – Bahasa jawa) dari kajian ilmu syar’i akhirnya menjadi ISTAKBARO tidak butuh kepada kajian ilmu syar’i. Allahul musta’an
Semoga bermanfaat


☕ Ustadz Zaki Rakhmawan Abu Usaid

photo of ramadan light on top of table
Photo by Ahmed Aqtai on Pexels.com

COMMENTS