NGERI…ENGKAU TELAH MENYEMPITKAN SESUATU YANG LUAS!!? KLAIM YANG BUKAN CLAIM tapi itu adalah KLEM (penjempit)

NGERI…ENGKAU TELAH MENYEMPITKAN SESUATU YANG LUAS!!?
KLAIM YANG BUKAN CLAIM tapi itu adalah KLEM (penjempit)

Bisa jadi anda mengaku telah MENG-KLAIM (yang maknanya meminta atau menuntut pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang (suatu organisasi, perkumpulan, negara, dan sebagainya) berhak memiliki atau mempunyai hak atas sesuatu, tapi apakah itu benar? ataukah sekarang anda berlaku seperti KLEM (alat penjempit yang bisa menjempit satu dengan lainnya dengan paksa)?

Adakah persamaan dengan Yang Begini?
Camkanlah hadits berikut ini:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةٍ وَقُمْنَا مَعَهُ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا فَلَمَّا سَلَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَعْرَابِيِّ لَقَدْ حَجَّرْتَ وَاسِعًا يُرِيدُ رَحْمَةَ اللَّهِ
Telah berkata Imam al-Bukhori (wafat 256 H), (beliau berkata) telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman (Tsiqatun Tsabtun – Terpercaya lagi kokoh hafalannya, wafat 221 H) , (beliau Abu Al-Yaman berkata) telah mengabarkan kepada kami Syu’aib (Syu’aib bin Abi Hamzah, Tsiqatun ‘Abid – terpercaya lagi ahli ibadah, wafat 162 H) dari Az Zuhri (Muhammad bin Muslim, Faqih Hafizh, wafat 125 H) dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata; “Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wa Sallam berdiri untuk shalat dan kami ikut berdiri dengannya, di tengah-tengah shalat ada seorang Badui yang berbicara; ‘Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun selain kami! ‘ Setelah salam, Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepada orang Badui tersebut: ‘ENGKAU TELAH MENYEMPITKAN SESUATU YANG LUAS! ‘ Maksudnya adalah rahmat Allah.” (HR. Al-Bukhori no. 6010, Abu Dawud no. 882, At-Tirmidzi no. 147, an-Nasai no. 1216, dan Ahmad no. 7802).

Penjelasan Hadits:
والأعرابيُّ هو من يسكُنُ الصَّحراءَ مِنَ العَرَبِ-: «اللَّهمَّ ارحَمْني ومحمَّدًا، ولا تَرحَمْ معنا أحدًا»، فهو يَطلُبُ في دُعائِه الرَّحمةَ لنَفسِه وللنَّبيِّ ﷺ ويَمنَعُها عن باقي المسلِمين، وهذا دليلٌ على قِلَّةِ فِقهِ هذا الأعرابيِّ، وأنَّه لم يكُنْ مِن أهلِ المعرفةِ باللهِ سُبحانه؛ فإنَّ اللهَ سُبحانه يقولُ: {وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ} [الأعراف: 156]، فلمّا سَلَّم النَّبيُّ ﷺ وانتهى مِن الصَّلاةِ، قال للأعرابيِّ: «لقدْ حجَّرْتَ واسعًا!»، أي: ضيَّقْتَ وخصَّصْتَ ما هو عامٌّ مِن فَضلِ اللهِ سُبحانه وجُودِه ورَحمتِه الَّتي وسِعَتْ كلَّ شَيءٍ.
وفي الحَديثِ: عدَمُ مَشروعيَّةِ الدُّعاءِ بما لا يَجوزُ.
Orang badui adalah orang yang tinggal di padang pasir dari kalangan orang arab, (orang badui di kisah ini ada yang mengatakan itu adalah Dzul Khuwaishiroh – badui yang kencing di masjid (cikal bakal khowarij) ataupun Al-Aqro’ bin Haabis)

اللَّهمَّ ارحَمْني ومحمَّدًا، ولا تَرحَمْ معنا أحدًا
‘Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun selain kami!, maka badui tadi telah meminta doa kasih sayang bagi dirinya dan bagi Nabi ﷺ dan diapun mencegah diri untuk berdoa kebaikan kepada kaum muslimin lainnya.

Dan ini adalah dalil tentang KURANGNYA KEFAHAMAN ORANG BADUI tersebut.
Dan dia bukan lah orang yang AHLI MA’RIFAH – (Mempunyai Pemahaman yang benar) tentang Allah,”

dimana Allah berfirman:
وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ
“dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’roof: 156). Setelah Nabi ﷺ salam dan selesai dari sholatnya beliau ﷺ berkata kepada Badui tersebut; “Engkau telah menyempitkan sesuatu yang luas” yaitu engkau telah menyempitkan dan mengkhususkan apa yang berlaku umum dari keutamaan Allah, kedermawanan-Nya, dan Kasih Sayang-Nya yang luasnya meliputi segala sesuatu. (Lihat di kitab Al-Ifshoh ‘An Ma’aniy as-Shihah 7/292 oleh Ibnu Hubairah wafat 560 H, dan https://dorar.net/hadith/sharh/150965)


Zaki Rakhmawan Abu Usaid
Rakyat jelata yang prihatin dengan kondisi para “tokoh elit” bangsa, semoga Allah memberikan kepada mereka hidayah dan bisa mengemban amanahnya dengan benar.

COMMENTS