ONANI PEMBATAL PUASA

ONANI PEMBATAL PUASA
Terpikir adanya sinkronisasi hubungan antara tiga kata ini menurut ilmu cocokologi yang ternyata sarat dengan hikmah. Ini terpikir ketika membahas fawaid kajian kitab Shohhih Akhtoak Fil Aqoid wal ‘Ibadah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Ahmad Za’dan hafizhahullah yang berkaitan dengan kesalahan seputar puasa ramadhan.

Hikmah berikut berkaitan dengan pembahasan tentang العادة السرية (al ‘aadah as siriyyah) onani itu termasuk pembatal puasa. Biasanya yang sering melakukan itu karena dia adalah orang yang egois tidak peduli dengan orang lain, dan sering menyendiri. Logisnya karena dia merasa kondisi sekarang itu adanya seperti itu yang sering disebut dalam Bahasa jawa – onone. Mendamba pendamping hidup tapi belum dapat akhirnya was was syaitan menggelanyuti pikirannya untuk memuaskan syahwatnya dengan cara yang tidak dibenarkan syar’i. Allahul Musta’an.

Dalil yang melarang onani terutama ketika puasa adalah hadits berikut:
عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا ابْنُ آدَمَ عَشْرُ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ حَسَنَةٍ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ الطَّعَامَ مِنْ أَجْلِي وَالشَّرَابَ مِنْ أَجْلِي وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي فَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ حِينَ يَخْلُفُ مِنْ الطَّعَامِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap satu kebaikan yang dilakukan oleh anak Adam dilipatgandakan menjadi sepuluh sehingga tujuh ratus kebaikan, Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya, DIA MENINGGALKAN MAKANAN, MINUMAN DAN SYAHWATNYA KARENA AKU, MAKA IA ADALAH UNTUK-KU DAN AKU-LAH YANG AKAN MEMBALASNYA.’ Puasa adalah tameng, dan orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika tiba waktu berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa karena meninggalkan makanan adalah lebih harum di sisi Allah dari misk.” (HR. Ahmad no. 10218, Ibnu Hibban no. 3424, Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan Isnadnya shohih menurut syarat al-Bukhori dan Muslim, lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah 13/784)

Dari hadits diatas para ulama menyebutkan bahwa terlarangnya onani terutama ketika puasa adalah orang yang melakukannya enggan meninggalkan syahwatnya bahkan diperbudak oleh syahwatnya, tidak sanggup meninggalkannya karena Allah.

dan berikut ini cocokologi yang sangat menyegarkan dalam kata-kata yang sangat mirip-mirip:
ONANI = العَادَةُ السِّرِيَّةُ
ANANI = الأَنَانِي – egois
ONONE = – الـمَوْجُوْدُ حَالِيًا – yang adanya saat ini
Lihat info lengkapnya ada di:
https://fb.watch/4JjuZ_mxeu/

COMMENTS