Petikan Dari Buku Mengetuk Pintu Birrul Walidain cetakan Pustaka Imam as-Syafi’i Jakarta Karya Ustadz Abu Usaid Zaki Rakhmawan Hafidzahulloh

COD KE BERBAGAI PENJURU DAERAH DIJALANI

IRONI

COD KE RUMAH ORANG TUA ENGGAN DIJALANI

Berapa banyak gambaran para pejuang Cash On Demand (COD) menghantarkan barang dagangan ke customer pelanggan dan kemudian mendapatkan ongkos barang disertai ongkos kirimnya di berbagai daerah sangat semarak dan lumrah terjadi di zaman sekarang. Para pedagang berlomba-lomba semangat dalam menjaring pelanggannya dengan menerapkan metode jemput bola, menjajakan barang dagangannya kemudian mengirimkannya ke alamat pelanggan. Siang Malam berapa banyak kendaraan penuh barang COD berlalu lalang menghantam aspal jalan, peluh dan keringat bercampur semburan asap dari kendaraan bermotor mengisi kehidupan sehari-hari para pejuang COD.

Para pejuang COD tersebut mampu dan tahan banting untuk menempuh jalan yang berkelok kelok, terjal, berlubang, hujan petir menyambar pun tetap dijalaninya tanpa keluh kesah. Untung pengiriman COD, 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, 500 ribu, satu juta, bahkan berjuta-juta keuntungan itulah yang menjadi target utama setiap pejuang COD.

Ironinya adalah para pejuang COD tersebut mereka pastinya juga berprofesi (berkedudukan) sebagai seorang anak yang mempunyai orang tua. Bagi para pejuang COD yang orang tuanya masih hidup, mereka terkadang sangat jarang sekali mengirimkan paket obat kangen rindu orang tua kepada anaknya. Itulah sebuah paket yang harganya sangat mahal dan berat untuk dilakukan oleh para pejuang COD.

Paket yang terkadang tidak bisa dibayar dengan uang berapapun jumlahnya bahkan itu jauh lebih sulit untuk dilakukan oleh sebagian pejuang COD daripada jibaku mereka dalam menghantarkan barang pesanan orang, sedangkan orang tua yang menunggu dengan sabar disertai perihnya rindu yang tak tersampaikan dari buah hatinya yang tak kunjung mampir mengobati dahaga rindunya. Bahkan saking menahan perihnya rindu, sebagian orang tua pun dimasa senjanya kesehatannya makin menurun drastis.

Saudaraku para pejuang COD yang semoga Allah memberkahimu, terkadang kunjungan singkat dan dilakukan dengan periodik yang rutin itu bisa mengurangi sembilu perih rindu dari kedua orang tua kepada belahan hatinya yang dulu dibesarkan dengan keringat dan darah. Hanya 5 menit bahkan lebih singkat, mengucapkan salam dan mengecup kening orang tua serta menghapus tangis kerinduan itu sangat berarti bagi orang tua.
🔺Akupun berkerut dahi menahan
🔺Menetes rasa rinduku meledak
🔺Derai air mata tak tertahan
🔺Meraung mencari bayang terisak
🔻Keriput wajah tak lagi muda
🔻Kucuran sayangmu tak pudar
🔻Tak bosan mendekap dada
🔻Pastikan anakmu tinggi beredar
🔺Letih lesumu ditutup hening
🔺Melahap gundah sedih pun diminum
🔺Selalu tampilkan wajah bening
🔺Berharap anakmu selalu tersenyum
🔻Mata itu memerah sayu
🔻Mengangkat biduk nan berat
🔻Doamu untukku terukir mendayu
🔻Menyibak bahagiaku dunia akhirat
🔺Derai Tetesan air matamu
🔺Lebih mahal dari berlianku
🔺Tengah malam tangisku usikmu
🔺Tuk pastikan sehat untukku
🔻Curahan keringatmu tak kering
🔻Tak acuh luka sedih menggurita
🔻Menderu asa doa teriring
🔻Berharap anakmu tak menderita
🔺Dirhamku tak senilai denganmu
🔺Ditimbang dari setetes peluhmu
🔺Ibu Bapakku tercinta doaku untukmu
🔺Smoga rahmat-Nya slalu padamu

Ibuku tercinta …
Bapakku tersayang…
Andai engkau ada di depanku…aku ingin mengecup keningmu dan
Kuucapkan “Jazakumullah khoiran wahai bapak ibuku yang tercinta atas segala pengorbanan dan jerih payahmu untuk anakmu yang masih kurang berbakti kepadamu”, semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan dan perlindunganNya kepadamu.

Saudaraku para pejuang COD, ayo bersemangatlah untuk mengirimkan Paket Obat Kangen kepada orang tuamu, niscaya perjuanganmu untuk menghantarkan paket kepada orang lainpun akan Allah mudahkan.

Saudaraku para pejuang COD sekiranya kita punya sesuatu untuk membalas kebaikan dan kasih sayang orang tua kita tentunya itu harus kita kejar dan raih semaksimal mungkin. Bagi yang orang tuanya masih hidup, maka sempatkanlah untuk COD Paket Obat Kangen kepada orang tua tercinta, dan bagi yang sudah meninggal maka bersemangatlah untuk memperbanyak amalan sholih karena amalan sholih dari seorang anak akan otomatis akan mengalir menjadi tabungan pahala bagi orang tua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

(Petikan Dari Buku Mengetuk Pintu Birrul Walidain cetakan Pustaka Imam as-Syafi’i Jakarta)

COMMENTS