SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU DAN ADAB DALAM MENUNTUT ILMU

SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU DAN ADAB DALAM MENUNTUT ILMU

(Secuil Baperku yang menggores kan semangat para penuntut ilmu dan Syaikh Sholih bin Abdullah bin Hamd Al Ushoimy hafizhahullah dalam Daurah Muhimmatil Ilmi di Madinah)

Barakallahu fikum

Alhamdulillah hari ini ribuan para penuntut ilmu berdatangan di masjihid Nabawi, untuk menghadiri dauk urah Muhimmatil Ilmi bersama Syaikh Sholih bin Abdillah bin Hamd al Ushoimy hafizhahullah.

Semenjak jam 4 pagi mereka sudah berjubelan memenuhi ruangan masjid Nabawi sedangkan Sholat Shubuh dari jam 5.36 pagi, wajah-wajah semangat para penuntut ilmu tersebut berbinar binar penuh dengan kerinduan untuk menuntut ilmu syar’i. Setelah Sholat Fajr dan Sholat Jenazah langsung daurah dimulai. Ketika tiba Syaikh Sholih al Ushoimy hafizhahullah segera memulai daurah dengan tema pertama tentang Penjelasan Ta’dzimul Ilmi (pengagungan Ilmu Syar’i). Daurah sesi pertama ini selesai jam 10.10 pagi. (Allahu Akbar).

Tema itu sempat membuat hatiku berderu menahan rintihan kerinduanku untuk duduk di majelis para Masyaikh sebagaimana dulu di Abu Dhabi dan Dubai, indahnya semangat Syaikh dan Para penuntut ilmu Syar’i, baperku pun menjelma menjadi rintihan… “Ya Allah aku ingin hidup jadi penuntut ilmu syar’i dan mati sebagai penuntut ilmu syar’i. Ya Allah berikanlah kefahaman agama kepada hamba-Mu yang lemah ini”

Sedikit cuplikan dari faidah yang didapatkan adalah:
Di jilid pertama hal 73
Kisi Pengagungan Ilmu Yang Ke Sepuluh
المعقد العاشر
ملازمة آداب العلم
Komitmen Adab Ilmu

Ibnu Qayyim rahimahullah (wafat 751 H) berkata:
أدب المرء عنوانُ سعادته وفلاحه ، ‏وقلة أدبه عنوان شقاوته وبَوَارِه ، ‏فما استُجلِب خيرُ الدنيا والآخرة بمثل الأدب ،
‏ولا استُجلِب حرمانُهما بمثل قلة الأدب‏ “

Adab seseorang adalah tanda kebahagiaan dan keberuntungannya..
Dan sedikitnya adab seseorang adalah tanda kesengsaraan dan kecelakaannya..
Tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan dunia dan akherat seperti adab yang baik..
Dan tidak ada yang menghalangi dari kebaikan dengan adab yang buruk.. (Madarijus Salikin 2/397)

Yusuf bin Al Husain rahimahullah (wafat 304 H) berkata :
بالأدب تفهم العلم

“Dengan adab, engkau bisa memahami ilmu”
Karena orang yang punya adab terhadap ilmu maka ia akan mampu menyambut ilmu dan Sudi berkorban untuk bisa mendapatkan nya. Sedangkan sedikitnya adab itu maka mulianya ilmu menjadi sia sia disisinya.

قال الإمام مالك رحمه الله: كانت أمّي تعمّمني وتقول لي اذهب إلى ربيعة فتعلَّم من أدبه قبل علمه.

Imam Malik رحمه الله (wafat 179 H) berkata: Ibuku telah memakaikanku surban imamah (sebelum pergi menuntut ilmu) dan beliau telah berkata kepadaku: “Pergilah kepada Imam Rabi’ah dan belajarlah daripada ADABNYA sebelum kamu belajar daripada ILMUNYA”

Namun sekarang banyak orang yang tercegah dari mendapatkan ilmu dengan menyia-nyiakan adabnya. Engkau bisa melihat seorang dari mereka duduk menyandarkan diri ketika menghadiri kajian Syaikh ya bahkan menjulurkan kakinya ke depan ke arah Syaikhnya, terkadang mengangkat suaranya (ramai sendiri), bahkan sibuk menjawab HP, atau selainnya lalu dengan adab yang mana mereka bisa mendapatkan ilmu?

Bersambung inSya Allah
(Ditulis oleh Abu Usaid dengan baper nya… ditengah para penuntut ilmu yang jauh lebih semangat dari nya)

COMMENTS