Sepahit apapun dari kehidupan rumah tangga, tidak selayaknya di beritahukan ke orang tua

Sepahit apapun dari kehidupan rumah tangga, tidak selayaknya di beritahukan ke orang tua. Berikan kepada orang tua kita kabar yang menggembirakan karena bisa jadi itulah bagian dari birrul walidain kita, meskipun dibalik itu tersimpan duka pilu dan nestapa yang perih mendera.

Kedua orang tua yang tidak lagi muda, yang kerut muka dan otot kuatnya telah mulai pudar, sayu matanya menggambarkan harapan besar kepada anak anaknya akan wujud kebahagiaan yang akan diraih oleh belahan hatinya.

Keduanya telah selesai tugasnya sebagai orang tua yang kita biasa berkeluh kesah dengannya. Saat kita berani menikah maka keluh kesah itu sepatutnya dihadapi bersama bahu membahu suami dan istri untuk mendapatkan solusi terbaik dari Dzat Yang Maha Pemberi Rezki.

Sebuah tadabbur dari ayat:
(قَالَ إِنَّمَاۤ أَشۡكُوا۟ بَثِّی وَحُزۡنِیۤ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ)
Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
[Surah Yusuf 86]

Hardikku menawan jiwaku untuk mengeluh kepada manusia, walaupun itu tak semudah membalikkan tangan. Tapi tetap harus berusaha bermunajat kepada Dzat Pemilik Alam Semesta agar kita selalu diberikan kemudahan untuk hanya mengeluh kepada Nya.

Fawaid dari Ustadz Abu Usaid Zaki Rakhmawan Hafidzahulloh

COMMENTS