Setelah Ibadah Besar Makin Mengecil Pahala, kok bisa?

Setelah Ibadah Besar Makin Mengecil Pahala, kok bisa?

Waktu terakhir di kota Mekah mulai menuai gelisah dan geliat dari hatiku. Betapa merindu hati ini kepada kota suci tersebut, tapi akupun hanya bisa bergumam mengelus dada sambil mendoakan kebaikan kepada saudara saudaraku sesama Indonesia. Mereka berdiri tegak penuh bangga, memegang Putung rokok sambil menghisapnya mantab tanpa ragu, membicarakan orang, terbahak bahak. Batinku berbisik, “Kok kemarin habis selesai umroh, dibotakin, keluar uang yang tidak sedikit, eh masih juga menghisap barang terlarang tersebut?”

(وَلَوۡ شِئۡنَا لَـَٔاتَیۡنَا كُلَّ نَفۡسٍ هُدَىٰهَا وَلَـٰكِنۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ مِنِّی لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِینَ)

Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, “Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. (QS. As-Sajdah 13)

Begitu pula ayat :

(وَلَوۡ شَاۤءَ رَبُّكَ لَـَٔامَنَ مَن فِی ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِیعًاۚ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ یَكُونُوا۟ مُؤۡمِنِینَ)

Dan jika Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman? (QS. Yunus :99)

يَقُولُ تَعَالَى: ﴿وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ﴾ -يَا مُحَمَّدُ -لَأَذِنَ لِأَهْلِ الْأَرْضِ كُلِّهِمْ فِي الْإِيمَانِ بِمَا جِئْتَهُمْ بِهِ، فَآمَنُوا كُلُّهُمْ، وَلَكِنْ لَهُ حِكْمَةٌ فِيمَا يَفْعَلُهُ تَعَالَى

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan
Dan jika Rabbmu menghendaki maknanya Wahai Muhammad Pasti diizinkan kepada penduduk bumi semuanya untuk beriman dengan apa yang engkau bawa maka tentunya mereka akan beriman seluruhnya namun Allah mempunyai hikmah terbaik dengan apa yang Allah lakukan kepada hamba-Nya.

Begitu juga firman Allah Taala:
(وَلَوۡ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰۖ وَلَا یَزَالُونَ مُخۡتَلِفِینَ)

Dan jika Rabbmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),
(QS. Hud 118)

Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala kejadian yang terjadi kepada mereka.
Kucoba mentadaburi ayat ayat diatas, aku tarik kesimpulan bahwa tidak ada yang bisa menjamin orang yang telah bisa menunaikan amalan besar maka pasti akan mendapatkan pahala yang besar juga, semua itu adalah Taufiq Hidayah dari Allah Azza wa Jalla.

Saudaraku,
Engkau terpilih dari sekian juta orang untuk dipanggil menginjakkan kaki ke tanah suci memenuhi panggilan-Nya.
Berjuta orang bermimpi siang dan malam untuk bisa mendapatkan posisimu saat ini bisa ke tanah suci.
Begitupun Isak tangismu berderai di hadapan Ka’bah, menyeringai keluh dosa dan nestapa kehidupan, engkau acungkan kedua tanganmu munajat kepada Rabbmu.
Tapi ada apa setelah itu?
Kenapa engkau masih sama saja dengan yang dulu?
Masih berkutat dan berkubang manis dengan seluruh kebiasaan buruk mu?
Merokok, mengghibah, menyia nyiakan waktu percuma tanpa dzikir kepada Allah!
Ya Allah berikanlah hidayah Mu kepada ku dan kepada mereka.

Simaklah saudaraku Hadits mulia berikut tentang pahala besar itu bisa menjadi sirna tak ada yang tersisa seperti debu yang beterbangan karena kebiasaan buruk itu masih sering dipelihara meskipun dia tahu itu adalah TERLARANG SECARA SYAR’I.

عَنْ ثَوْبَانَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

Dari Tsauban Radhiyallahu Anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Sungguh Aku telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat kelak dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah MENJADIKANNYA SIA-SIA.”
Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika mereka menyendiri dengan amalan apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus mengerjakannya.” (HR. Ibnu Majah no. 4245, shohih)

Ya Allah berikanlah hidayah kepadaku dan kepada kaum muslimin. Ya Allah ampunilah dosa dosaku, dosa kedua orang tuaku, keluargaku dan kaum muslimin. Ya Allah jadikanlah surga menjadi cita cita ambisiku yang tertinggi dan jangan jadikan dunia menjadi tambatan hatiku.

Ditulis oleh Abu Usaid Zaki Rakhmawan yang mendamba ampunan Rabbnya setelah dosa merongrong dan menterpurukkan hidupnya.

menunggu_montorMabur_dibandaraKualaLumpur.
setelah_Nyrutup_dengan berjamaah_kopi_EmiratesCoffee

COMMENTS